Home / Candi Ijo

Candi Ijo

Wisata Sejarah dari Candi Tertinggi di Yogyakarta

candi-ijo

Yogyakarta terkenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia. Bagaimana tidak, dengan paket wisata Jogja yang juga tergolong terjangkau, pesona tempat wisata yang didatangi pun tidak akan menghianati para traveller. Salah satu destinasi wisata yang biasanya wajib dikunjungi ialah wisata candi. Di Yogyakarta sendiri ada sekitar 13 candi yang dapat dijadikan destinasi wisata anda. Apalagi bagi anda yang tertarik dengan kisah sejarah maupun kebudayaan kerajaan terdahulu yang pernah ada di Jogja.

Salah satu wisata Jogja yang dapat menjadi pilihan dalam perjalanan wisata anda adalah Candi Ijo peninggalan kerajaan Hindu. Candi Ijo terletak di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi Ijo berada sekitar empat kilometer dari Candi Ratu Boko, dan tidak jauh dari daerah Bandara Internasional Adisutjipto. Menurut beberapa pihak, situs wisata ini juga salah satu alasan yang membuat bandara tidak dapat diperluas ke arah timur.

Candi Ijo berada pada sekitar 400 mdpl dan menjadikannya sebagai candi tertinggi dari antara candi yang ada di Yogyakarta. Candi ini berdiri di lahan berumput hijau seluas kurang lebih 0,8 hektar yang sering disebut  Bukit Ijo. Kompleks candi ini disusun dengan teras yang berundak-undak, dan memiliki candi utama dan tiga candi perwara yang menjadi tanda penghormatan umat Hindu kepada Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Di sekeliling Candi pada teras kesebelas ada pagar keliling di mana candi-candi tersebut berdiri. Sebelum teras kesebelas, ada bak yang menurut sejarah digunakan sebagai tempat pengorbanan terhadap Brahma yang disebut homa. Setiap susunan bangunan maupun sekitar candi ini memiliki makna dan nilai sejarah tersendiri, begitu pula dengan ragam ukiran dan arca yang terdapat di Candi Ijo menjadikannya sebagai destinasi sejarah yang unik di Jogja.

Candi Ijo berada di pegunungan seibu yang dikelilingi oleh panorama alam yang masih natural, daerah persawahan dan pegunungan menjadi pemandangan yang menyegarkan mata bagi traveller, terutama bagi anda yang ingin menikmati sunrise maupun sunset dari candi tertinggi ini, maka jangan lupa untuk membawa peralatan kamera anda untuk mengambil potret dengan latar panorama alam dan langit yang merah. Bahkan, pada saat berkabut pun anda tetap dapat mengambil gambar yang tidak kalah menarik di lokasi Candi Ijo. Selain itu, bila anda beruntung, anda dapat menyaksikan pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto dari Candi Ijo.

Candi Ijo dapat ditempuh melalui jalur dari Jalan Solo ke Pasar Prambanan di Sleman. Setelah itu, anda menuju ke arah tenggara hingga menemui penunjuk arah Candi Ijo maupun Desa Wisata Nawung di kiri jalan, sekitar tujuh kilometer dari Pasar Prambanan. Kemudian dengan mengikuti penunjuk arah tersebut, anda akan memasuki Desa Sambisari. Jalanan ini akan semakin menanjak dan berbatu-batu mendekati lokasi Candi Ijo, oleh karena itu tidak perlu terlalu terburu-buru dalam perjalanan anda. Sebelum menemukan Candi Ijo, anda akan disuguhkan pemandangan tempat wisata Tebing Breksi yang berada di kiri jalan. Anda dapat sampai ke Candi Ijo dengan kendaraan anda, dan akan menemukan Candi Ijo di kiri jalan dengan parkir di sebelah bawah kompleks Candi Ijo. Untuk masuk ke kompleks Candi Ijo tidak dipungut biaya, anda hanya perlu mengisi daftar pengunjung yang ada di pintu masuk dan memberikan tip bila ada.

Untuk dapat mencapai Candi Ijo, anda dapat menggunakan paket tur Jogja yang biasanya difasilitasi dengan pemandu ataupun supir yang akan melakukan penjemputan bagi anda bahkan sejak anda sampai di Jogja (di bandara ataupun stasiun kereta). Selain itu, ada juga yang mengakomodasi penginapan sekaligus kendaraan anda untuk melakukan perjalanan wisata. Biasanya paket wisata Jogja ini sudah termasuk biaya rental mobil, penginapan, bbm, biaya supir dan makanan untuk supir, tarif parkir, dan keramahan pengendaranya. Anda mungkin hanya akan dikenai biaya paket tur Jogja sekitar 500.000 hingga 650.000 rupiah, tergantung jenis kendaraan dan lama wisata yang anda inginkan. Ada pilihan lain bilamana anda ingin berwisata dalam waktu yang singkat, misalnya hanya satu hingga dua hari, yaitu dengan menggunakan rental mobil Jogja maupun rental motor Jogja. Untuk rental mobil Jogja biasanya disesuaikan dengan fasilitas maupun jenis kendaraan dan lamanya mobil digunakan. Rental mobil dapat dengan lepas kunci (tanpa supir), maupun dengan supir. Biasanya dikenakan biaya sekitar 350.000 hingga 500.000 untuk mobil dengan standar wisata yang mampu menampung sekitar 5 hingga 7 orang. Pilihan lainnya yaitu dengan rental motor Jogja yang biasanya hanya akan dikenakan biaya sekitar 50.000 hingga 75.000 rupiah dengan fasilitas STNK motor, helm tunggal, dan mantel hujan untuk pemakaian 12 jam atau di atasnya. Untuk rental motor, anda hanya perlu menyerahkan jaminan kartu identitas dan uang panjer maupun pembayaran lunas untuk dapat menggunakan motor saat itu juga. Bila anda berwisata seorang diri dan tidak memiliki banyak barang bawaan, maka anda dapat menggunakan rental motor Jogja untuk mengunjungi tempat wisata yang anda mau. Selain itu akan lebih mudah menjangkau jalur alternatif menuju lokasi bila menggunakan motor. Namun, jika anda baru pertama kali ke Jogja dan belum tau destinasi wisata apa saja yang hendak anda kunjungi, ada baiknya menggunakan jasa rental mobil Jogjayang biasanya sudah diperlengkapi dengan supir yang menguasai jalur-jalur cepat menuju destinasi wisata.